Senin, 10 Juni 2013

Dahsyatnya Orang Beriman

Orang beriman itu jika mendapat nikmat, maka ia bersyukur, jika mendapat musibah, maka ia bersabar
Senang atau susah tidak masalah baginya, kaya atau miskin tidak menjadi masalah baginya.
Karena pada kedua kutub itu terhampar kesempatan unuk berburu ridho Alloh.
Bagi orang beriman, tidak ada yang lebih penting daripada Alloh, karenanya, orang yang paling berbahagia adalah orang yang beriman karena dia bisa bertahan hidup dalam segala kondisi.
Ketika dirinya gelisah, disentuh hatinya dengan lantunan ayat-ayat cinta dalam kitab-Nya, hatinya kembali tenang.
Ketika dirinya lemah dan tidak berdaya, dia maknai kebersamaan bersama saudaranya agar  saling menguatkan.
Ketika dirinya lelah dan mulai putus asa, ketika itu hadir “keyakinan”, bahwa tiada usaha halal yang sia-sia.
Ketika peluh dan kerja tidak dihargai, maka saat itu sedang belajar tentang “ketulusan”.
Ketika udaha kerasnya dinilai sia-sia oleh orang lain, maka saat itu dirinya sedang memaknai “keikhlasan”.
Ketika hatinya terluka karena tuduhan atas hal yang tidak pernah dilakukannya, maka saat itu dirinya sedang belajar tentang “memaafkan”.
Ketika lelah mendera dan kecewa menerpanya, maka saat itu dirinya sedang memaknai tentang arti “kesungguhan”.
Ketika sepi menyergap dirinya dalam keramaian, maka saat itut dirinya sedang member makna tentang arti “ketangguhan”.
Ketika dirinya harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu ditanggungnya, maka saat itu dirinya sedang belajar tentang “kemurahan hati”.
Bersama dalam kesulitan ada kemudahan, Alloh Maha Melihat dan Maha Mendengar rintihan hati hamba-Nya, “Berdoalah”, tetap semangat, kompak dan focus pada tugasnya.. Subhanalloh..

Sabtu, 01 Juni 2013

Larangan Jilbab Punuk Unta


(via   http://www.facebook.com/uyeahofficial )

Rosulullaah Shalallahi’alaihiwasalam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

“Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .

Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh. Itu dalam perkara menonjolkan rambut saja keras ancamannya. Jika kita lihat sekarang, cara berjilbab kebanyakan kaum muslimah masih membentuk lengan, pinggang, kaki, leher, dll. Seperti hanya melilitkan kain ditubuhnya, tidak menutupi. Berpakaian tetapi telanjang.

Ketahuilah saudariku, industri fashion yang mengklaim diri mereka sebagai trendsetter pakaian muslimah itu tidak peduli apakah engkau masuk surga atau neraka karena produk mereka. Mereka hanya peduli bagaimana engkau mengeluarkan uang untuk mereka.

Setiap manusia butuh proses. Mari berproses menjadi lebih baik. Bukan berproses justru semakin menjauhi syari’at Allah dan Rosulnya.

“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..” [Q.S. Al Hujaraat : 15]

Sebarkan agar kaum muslimah tahu, sehingga bisa mawas diri akan hal ini.


Sumber : http://hijabographic.com/post/50062174695/via-al-uyeah