Sabtu, 30 Maret 2013

God Only Knows


Aku tahu hati kecilku menyesal telah mengenalmu lebih dalam, aku tahu semenjak aku mengenalmu semua berbeda. Rasa ini, rasa yang mungkin sudah lama hilang oleh waktu muncul lagi karena kehadiranmu. Kehadiranmu membuat semuanya terasa lebih hidup, namun menyakitkan. Rasa itu ‘Cinta’. Apa kamu merasakannya? Sebuah percikan kecil yang mungkin bisa berakibat fatal jika dipergunakan dengan teledor. Yaa.. seperti itulah rasa cinta.

Awalnya aku merasa kamu lah yang tepat, kamu lah yang harus aku perjuangkan, kamu lah suatu hal yang aku banggakan. Tapi, apakah kamu begitu? Itu mungkin hanya rahasia Tuhan dan ceritanya. Disetiap malamnya aku hanya berharap dan berdo’a kepada-Nya. Berharap kamu akan menjadi milikku kelak, menjadi Imamku, menjadi satu hal yang benar-benar aku banggakan. Semua itu masih menjadi mimpi, mimpi yang sedang memprosesnya menjadi kenyataan.

Pada akhirnya ketika mimpi itu menjadi kenyataan, semua yang aku harapkan padamu belum menjadi sempurna. Ketika aku dan kamu menjadi ‘kita’. Kita belum bisa menjadi diri sendiri. Kita masih belum bisa memahami satu sama lain. Kita. Masih melihat masalalu, masalalu yang mungkin lebih menyenangkan daripada sekarang. Apa mungkin ini salahku? Salahku yang memilih kamu menjaga ku sampai waktu yang ditentukan?

Seandainya kamu tahu perasaanku. Aku mencintaimu bukan hanya dari sisi baikmu, aku mencintai kamu dari segala hal yang mungkin kamu tidak pernah menyadarinya. Aku mencintai kemisteriusanmu yang sulit aku pahami dengan logika ku sendiri. Apakah kamu sama denganku? Mencintaiku dengan tulus, dan menerima apa adanya diriku? Mungkinkah itu?

Tahukah kamu? Aku sedikit lelah dengan tingkahmu yang sering membuatku serba salah. Tapi semua rasa sayangku mengalahkan semua rasa jengkelku kepadamu. Rasa sayang ini lama-lama tumbuh menjadi rasa takut kehilanganmu. Rasa yang tidak ingin aku alami dan yang tak ingin aku bayangkan. Aku ingin kamu tahu, cinta ini bukan cinta karna paksaan siapapun, bukan kemauanku. Tuhan yang ingin aku bersamamu, menjalani hari-hari denganmu.. Aku tahu mungkin kamu juga lelah dengan semua ini, dengan permainan Tuhan yang belum tahu titik akhirnya dimana. Tapi, aku berharap semua permainan Tuhan ini tidak ada akhirnya, sehingga kamu bisa memahami aku lebih dalam, memahami perasaanku yang sudah terlanjur larut dalam cerita-Nya, cerita yang aku sendiri belum tahu akhirnya.

Jika pada akhirnya kamu meninggalkan ku dengan kenangan yang sudah kita buat, dengan mimpi-mimpi indah yang berujung dengan mimpi yang tak menyenangkan, dengan kelakuan-kelakuan yang tidak dewasa dan membuatku kesal yang akhirnya berujung dengan pertengkaran. Mungkin hanya kata ‘maaf’ dan ‘penyesalan’ yang ada pada diriku dan dirimu yang sudah mengubah sapaan ‘kita’ menjadi ‘aku’ dan ‘kamu’. Aku berharap hanya aku yang terakhir kamu perlakukan seperti ini. Percayalah, disetiap sujud dan do’aku selalu terselip namamu, namamu yang tak akan pernah bisa aku lupakan dengan cara apapun, dan ketika aku bermimpi tentang masa depanku, kamu selalu ada dibagian tiap mimpi itu, selalu. Dan dalam keadaan yang tidak kamu sadari, aku akan selalu berada disampingmu, untuk menjaga hatimu dan memastikan kamu selalu tersenyum untuk dunia ini.

Thank you for all your love you've given ..
I love you always .. and they do not need to know :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar