Awalnya aku merasa kamu lah yang tepat, kamu lah yang
harus aku perjuangkan, kamu lah suatu hal yang aku banggakan. Tapi, apakah kamu
begitu? Itu mungkin hanya rahasia Tuhan dan ceritanya. Disetiap malamnya aku
hanya berharap dan berdo’a kepada-Nya. Berharap kamu akan menjadi milikku
kelak, menjadi Imamku, menjadi satu hal yang benar-benar aku banggakan. Semua
itu masih menjadi mimpi, mimpi yang sedang memprosesnya menjadi kenyataan.
Pada akhirnya ketika mimpi itu menjadi kenyataan,
semua yang aku harapkan padamu belum menjadi sempurna. Ketika aku dan kamu
menjadi ‘kita’. Kita belum bisa menjadi diri sendiri. Kita masih belum bisa
memahami satu sama lain. Kita. Masih melihat masalalu, masalalu yang mungkin
lebih menyenangkan daripada sekarang. Apa mungkin ini salahku? Salahku yang
memilih kamu menjaga ku sampai waktu yang ditentukan?
Seandainya kamu tahu perasaanku. Aku mencintaimu bukan
hanya dari sisi baikmu, aku mencintai kamu dari segala hal yang mungkin kamu
tidak pernah menyadarinya. Aku mencintai kemisteriusanmu yang sulit aku pahami
dengan logika ku sendiri. Apakah kamu sama denganku? Mencintaiku dengan tulus,
dan menerima apa adanya diriku? Mungkinkah itu?
Tahukah kamu? Aku sedikit lelah dengan tingkahmu yang
sering membuatku serba salah. Tapi semua rasa sayangku mengalahkan semua rasa
jengkelku kepadamu. Rasa sayang ini lama-lama tumbuh menjadi rasa takut
kehilanganmu. Rasa yang tidak ingin aku alami dan yang tak ingin aku bayangkan.
Aku ingin kamu tahu, cinta ini bukan cinta karna paksaan siapapun, bukan
kemauanku. Tuhan yang ingin aku bersamamu, menjalani hari-hari denganmu.. Aku
tahu mungkin kamu juga lelah dengan semua ini, dengan permainan Tuhan yang
belum tahu titik akhirnya dimana. Tapi, aku berharap semua permainan Tuhan ini
tidak ada akhirnya, sehingga kamu bisa memahami aku lebih dalam, memahami
perasaanku yang sudah terlanjur larut dalam cerita-Nya, cerita yang aku sendiri
belum tahu akhirnya.
Jika pada akhirnya kamu meninggalkan ku dengan
kenangan yang sudah kita buat, dengan mimpi-mimpi indah yang berujung dengan
mimpi yang tak menyenangkan, dengan kelakuan-kelakuan yang tidak dewasa dan
membuatku kesal yang akhirnya berujung dengan pertengkaran. Mungkin hanya kata ‘maaf’
dan ‘penyesalan’ yang ada pada diriku dan dirimu yang sudah mengubah sapaan ‘kita’
menjadi ‘aku’ dan ‘kamu’. Aku berharap hanya aku yang terakhir kamu perlakukan
seperti ini. Percayalah, disetiap sujud dan do’aku selalu terselip namamu,
namamu yang tak akan pernah bisa aku lupakan dengan cara apapun, dan ketika aku bermimpi tentang masa
depanku, kamu selalu ada dibagian tiap mimpi itu, selalu.
Dan dalam keadaan yang tidak kamu sadari, aku
akan selalu berada disampingmu, untuk menjaga hatimu dan memastikan kamu selalu
tersenyum untuk dunia ini.
Thank you for all your love you've given ..I love you always .. and they do not need to know :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar