Cinta dunia maya
Entah kapan aku mulai mengenalmu. Dan sejak saat itu pula aku merasa menemukan tempat senyaman mungkin yang pernah aku rasakan. Kamu hadir begitu saja tanpa pernah aku terka. Sebenarnya dulu aku tak pernah percaya bahwa "Cinta Dunia Maya" itu ada pada kenyataannya. Karena bagiku cinta itu butuh perkenalan yang berkesan, butuh tatapan, sentuhan yang halus, kecupan, bahkan pelukan. Iya, itu dulu sebelum aku mengenalmu.
Perkenalan singkat yang berujung dengan canda tawa kita meskipun itu hanya di jejaring sosial membuat kita akrab. Semua terjadi begitu saja. Entah apa yang direncanakan Tuhan untuk kita berdua. Berawal dari beberapa karakter yang tak berarti sampai emoticon yang selalu kita gunakan. Lalu.. mungkin kah kamu juga merasakan apa yang aku rasakan sekarang? Entahlah semuanya sulit untuk di tebak.
Ada banyak perasaan yang terdengar bodoh untuk kamu dengarkan tapi sulit aku ceritakan. Perasaan tentang bagaimana ketika aku sering memperhatikanmu walau hanya di dunia maya. Kenapa aku memerhatikanmu? Kamu telah membuatku nyaman mengenalmu. Karena aku sudah terbiasa juga dengan sapaan ringan yang berwujud pada tulisan sederhanamu. Canda gurau yang kita lewati, itu semua membuat kita saling merasa nyaman.
Hingga pada akhirnya kita sampai pada satu titik. Cemburu. Pantaskah? Kita tak saling memiliki, namun kita saling cemburu. Dan rasanya pada titik ini aku benar-benar tak mau kehilangan dirimu. Apakah ini cinta? Cinta yang tak tersentuh oleh jemari, Cinta dunia maya. Jika bukan, lantas mengapa kamu memperhatikan kusecara mendalam? seperti seorang lelaki yang tidak ingin kehilangan kekasihnya. Hal spesial apa yang membuatmu selalu kembali dan tiba-tiba pergi?
Tapi, menyedihkan juga jika itu hanya aku yang mengaggap serius sementara kamu hanya bermain-main dan berpindah-pindah dari hati yang satu ke hati yang lainnya. Sungguh, tidak ada yang bisa menggambarkan rasanya Cinta Dunia Maya itu seperti apa. Jika ada mungkin iya hanya bisa merasakan tanpa bisa menggambarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar